Kamis, 26 April 2012

Juli, Trojan DNS Changer Serang PC dan Mac


Berita terbaru akan datang sebuah trojan yang akan menyerang PC dan Mac, langsung menuju ke trafik Internet melalui server jahat. Kasus ini dimungkinkan akan hadir tanggal 9 Juli 2012, menurut laporan dari PC World. Trojan tersebut diberi nama DNS Changer, langsung ke query DNS komputer user dari server ISP ke server yang dibuat oleh pembuat trojan, kemudian akan menyerang semua trafik Internet dari komputer korban. Oleh karena itu, si ‘penjahat’ akan dengan mudah mengirim link website yang sudah dipenuhi iklan apapun yang mereka mau.
Jika sebuah mesin komputer masih memiliki trojan tersebut dan mencoba untuk mengakses web pada tanggal 9 Juli, maka komputer tidak dapat mengakses apapun. Dengan matinya akses Internet, maka akan sangat sulit untuk download dan install software antivirus. Jika Anda mencurigai komputer sudah terinfeksi, maka dapat membuka website DNS Changer Check-up, yang dapat mengetahui jika DNS komputer masih bekerja atau tidak. Jika hasilnya positif, maka sebuah organisasi bernama DNS Changer Working Group memiliki list tool antivirus untuk dibersihkan.


Semoga Bermanfaat :)


***SUMBER***
(http://beritanet.com/Technology/Security/Trojan-DNS-Changer.html)

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar

belajar_agama_di_usia_senja
 Ada yang merasa bahwa ia sudah terlalu tua, malu jika harus duduk di majelis ilmu untuk mendengar para ulama menyampaikan ilmu yang berharga dan akhirnya enggan untuk belajar. padahal ulama di masa silam, bahkan sejak masa sahabat tidak pernah malu untuk belajar. mereka tidak pernah putus asa untuk belajar meskipun sudah berada di usia senja. Ada yang sudah berusia 26 tahun baru mengenal Islam. bahkan ada yang sudah berusia senja 80 atau 90 tahun baru mulai belajar. Namun mereka - meraka inilah yang menjadi ulama besar karena disertai ' uluwwul himmah (semangat yang tinggi dalam belajar).
 Menuntut ilmu agama adalah amalan yang amat mulia. Lihatlah keutamaan yang disebutkan oleh sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,  “Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena mempelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).
Imam yang telah sangat masyhur di tengah kita, Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “Tidak ada setelah berbagai hal yang wajib yang lebih utama dari menuntut ilmu.
Berikut 10 contoh teladan dari ulama salaf di mana ketika berusia senja, mereka masih semangat dalam mempelajari Islam.

Teladan 1 – Dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum
Imam Bukhari menyebutkan dalam kitab shahihnya, “Para sahabat belajar pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru ketika usia senja”.
Teladan 2 – Perkataan Ibnul Mubarok
Dari Na’im bin Hammad, ia berkata bahwa ada yang bertanya pada Ibnul Mubarok, “Sampai kapan engkau menuntut ilmu?” “Sampai mati insya Allah”, jawab Ibnul Mubarok.
Teladan 3 – Perkataan Abu ‘Amr ibnu Al ‘Alaa’
Dari Ibnu Mu’adz, ia berkata bahwa ia bertanya pada Abu ‘Amr ibnu Al ‘Alaa’, “Sampai kapan waktu terbaik untuk belajar bagi seorang muslim?” “Selama hayat masih dikandung badan”, jawab beliau.
Teladan 4 – Teladan dari Imam Ibnu ‘Aqil
Imam Ibnu ‘Aqil berkata, “Aku tidak pernah menyia-nyiakan waktuku dalam umurku walau sampai hilang lisanku untuk berbicara atau hilang penglihatanku untuk banyak menelaah. Pikiranku masih saja terus bekerja ketika aku beristirahat. Aku tidaklah bangkit dari tempat dudukku kecuali jika ada yang membahayakanku. Sungguh aku baru mendapati diriku begitu semangat dalam belajar ketika aku berusia 80 tahun. Semangatku ketika itu lebih dahsyat daripada ketika aku berusia 30 tahun”.
Teladan 5 – Teladan dari Hasan bin Ziyad
Az Zarnujiy berkata, “Hasan bin Ziyad pernah masuk di suatu majelis ilmu untuk belajar ketika usianya 80 tahun. Dan selama 40 tahun ia tidak pernah tidur di kasur”.
Teladan 6 – Teladan dari Ibnul Jauzi
Kata Adz Dzahabiy, “Ibnul Jauzi pernah membaca Wasith di hadapan Ibnul Baqilaniy dan kala itu ia berusia 80 tahun.”
Teladan 7 – Teladan dari Imam Al Qofal
Al Imam Al Qofal menuntut ilmu ketika ia berusia 40 tahun.
Teladan 8 – Teladan dari Ibnu Hazm
Ketika usia 26 tahun, Ibnu Hazm belum mengetahui bagaimana cara shalat wajib yang benar. Asal dia mulai menimba ilmu diin (agama) adalah ketika ia menghadiri jenazah seorang terpandang dari saudara ayahnya. Ketika itu ia masuk masjid sebelum shalat ‘Ashar, lantas ia langsung duduk tidak mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid. Lalu ada gurunya yang berkata sambil berisyarat, “Ayo berdiri, shalatlah tahiyatul masjid”. Namun Ibnu Hazm tidak paham. Ia lantas diberitahu oleh orang-orang yang bersamanya, “Kamu tidak tahu kalau shalat tahiyatul masjid itu wajib?”(*) Ketika itu Ibnu Hazm berusia 26 tahun. Ia lantas merenung dan baru memahami apa yang dimaksud oleh gurunya.
Kemudian Ibnu Hazm melakukan shalat jenazah di masjid. Lalu ia berjumpa dengan kerabat si mayit. Setelah itu ia kembali memasuki masjid. Ia segera melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Kemudian ada yang berkata pada Ibnu Hazm, “Ayo duduk, ini bukan waktu untuk shalat”(**).
Setelah dinasehati seperti itu, Ibnu Hazm akhirnya mau belajar agama lebih dalam. Ia lantas menanyakan di mana guru tempat ia bisa menimba ilmu. Ia mulai belajar pada Abu ‘Abdillah bin Dahun. Kitab yang ia pelajari adalah mulai dari kitab Al Muwatho’ karya Imam Malik bin Anas.
* Perlu diketahui bahwa hukum shalat tahiyatul masjid menurut jumhur –mayoritas ulama- adalah sunnah. Sedangkan menurut ulama Zhohiriyah, hukumnya wajib.
** Menurut sebagian ulama tidak boleh melakukan shalat tahiyatul masjid di waktu terlarang untuk shalat seperti selepas shalat Ashar. Namun yang tepat, masih boleh shalat tahiyatul masjid meskipun di waktu terlarang shalat karena shalat tersebut adalah shalat yang ada sebab.
Teladan 9 – Teladan dari Syaikh ‘Izzuddin bin ‘Abdis Salam
Beliau adalah ulama yang sudah sangat tersohor dan memiliki lautan ilmu. Pada awalnya, Imam Al ‘Izz sangat miskin ilmu dan beliau baru sibuk belajar ketika sudah berada di usia senja.
Teladan 10 – Teladan dari Syaikh Yusuf bin Rozaqullah
Beliau diberi umur yang panjang hingga berada pada usia 90 tahun. Ia sudah sulit mendengar kala itu, namun panca indera yang lain masih baik. Beliau masih semangat belajar di usia senja seperti itu dan semangatnya seperti pemuda 30 tahun.
Jika kita telah mengetahui 10 teladan di atas dan masih banyak bukti-bukti lainnya, maka seharusnya kita lebih semangat lagi untuk belajar Islam. Dan belajar itu tidak pandang usia. Mau tua atau pun muda sama-sama punya kewajiban untuk belajar. Inilah yang penulis sendiri saksikan di tengah-tengah belajar di Saudi Arabia, banyak yang sudah ubanan namun masih mau duduk dengan ulama-ulama besar seperti Syaikh Sholeh Al Fauzan, bahkan mereka-mereka ini yang duduk di shaf terdepan.
Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

مَنْ لَا يُحِبُّ الْعِلْمَ لَا خَيْرَ فِيهِ
“Siapa yang tidak mencintai ilmu (agama), tidak ada kebaikan untuknya.”
Ya Allah berkahilah umur kami dalam ilmu, amal dan dakwah. Wabillahit taufiq.


Semoga Bermanfaat :)

***SUMBER***
(http://rumaysho.com/belajar-islam/teladan/3774-tidak-ada-kata-terlambat-untuk-belajar.html) 

Rabu, 25 April 2012

Teknologi Capung Untuk Penerbangan



Teknologi Capung Untuk PenerbanganManusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini dengan disainnya yang mengagumkan.


Lebih Hebat dari Helikopter

Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.

Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus.

Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.

Teknologi Capung Untuk Penerbangan
Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat.

Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan kilometer per jam.

Giroskop Alami pada Capung

Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah berlawanan.

Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.

Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.

Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain yang luar biasa ini?

Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap

Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.

Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Artinya : "Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (QS Al-Hajj : 73)

Semoga Bermanfaat :)

 ***SUMBER*** 
(http://sains.artikelislami.com/2011/06/teknologi-capung-untuk-penerbangan.html)

Tutorial Menambah Animasi Flash di PDF


Jika Anda ingin menambahkan animasi Flash kedalam dokumen PDF, maka trik komputer berikut ini dapat membantu Anda :

  1. Install Adobe Acrobat X Pro di komputer Anda. Secara otomatis software ini akan memberikan Add-Ins pada Microsoft Office berupa menu Acrobat pada deretan Menubar.
  2. Setelah selesai menginstall, selanjutnya buka Microsoft Office Word. Silakan ketik teks yang Anda buat. Ketika  Anda akan menyisipkan animasi flash yang diinginkan, pilih Menu Acrobat kemudian pilih Embed Flash.
  3. Pilih file flash yang akan disisipkan dengan klik tombol Browse. Kemudian klik Open.
  4. Setelah itu, pilih skin flash player yang akan digunakan. Kemudian klik OK.
  5. Flash video kini telah berhasil disisipkan. Langkah selanjutnya yaitu menyimpan dokumen pdf agar hasil yang diperoleh segera dapat dilihat. Untuk menyimpan pilih menu Acrobat > pilih Create PDF.
  6. Apabila ada permintaan untuk menyimpan file, klik Yes.
  7. Selanjutnya pilih lokasi untuk menyimpan file dan beri nama file, kemudian klik Save.
  8. Selesai.
    Semoga Bermanfaat :)

    ***SUMBER***
    (http://beritanet.com/Literature/Tutorial/Tutorial-Animasi-Flash-PDF.html)

Adab Dalam Berbeda Pendapat


Adab Dalam Berbeda PendapatBerbeda pendapat? itu pasti. tidak ada seorangpun di dunia ini yang pendapatnya selalu sama dengan orang lain. sekali atau dua kali pastilah ada perbedaan. secara penciptaan manusia saja telah berbeda-beda entah itu dari warna kulitnya, apa lagi dari sifatnya. dan dalam penciptaan alam semesta ini juga semuanya berbeda-beda. bahkan hal-hal yang Allah jadikan berpasang-pasang memiliki banyak perbedaan.

Langit dan bumi jelaslah beda, akan tetapi Allah menjadikan langit dan bumi sebagai pasangan sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an.

Siang dan malam, apakah sama? jelas berbeda, entah itu sifat atau wujud. dan Allah menjadikannya berpasangan.

Panas dan dingin. apa kesamaannya? panas identik dengan sesuatu yang membakar, sedangkan dingin identik dengan sesuatu yang membekukan. panas dan dingin adalah sifat yang berlawanan akan tetapi mereka itu berpasangan.

Dan kita sebagai manusia yang Allah ciptakan dengan berbagai rupa dan sifat. yang begitu rumit hubungannya dengan hal-hal disekitarnya. yang begitu komplek masalah-masalahnya. yang juga memiliki banyak pandangan-pandangan, yang jelas itu berbeda-beda.

Dan kita sebagai seorang muslim, tidak peduli apapun madzhabnya. apakah layak saling mencela karena perbedaan?! apakah layak saling memvonis bahwa pendapatnya adalah yang paling benar?! dan mengatakan yang lainnya "salah dan sesat"?!

Jika memang pendapatnya adalah benar dan yang lainnya salah, apakah cara menyampaikan kebenaran itu dengan mengatakan "salah/sesat" kepada yang lainnya?! apakah itu cara yang baik?! apakah begitu adab seorang muslim dalam menyampaikan?! jika iya, ajaran siapakah itu?apakah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- mencontohkan cara penyampaikan dengan mengatakan-mengatakan seperti itu?!

Coba renungkan kejadian berikut :

Ketika Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- wafat. kesedihan menimpa semua sahabat beliau. tak terkecuali Umar bin Al-Khattab -radhiallahu 'anhu- yang menyatakan bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak wafat. maka Abu Bakar -radhiallahu 'anhu- membaca ayat berikut :
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Artinya : "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali Imran : 144)

Maka jatuhlah pedang Umar dari tangannya. dan yakin bahwa Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- telah wafat.

Ketika Abu Bakar mendengar Umar mengatakan bahwa Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak meninggal lalu apakah Abu Bakar mengatakan bahwa Umar "sesat"?!

Begitulah sikap para sahabat ketika berselisih. selalu mengembalikan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. dan termasuk dari adabnya adalah tidak memvonis bahwa diri kita paling benar dan yang lainnya salah atau bahkan sesat. semoga ummat Islam tidak selalu saling menyalahkan, akan tetapi mari sama-sama duduk dan mencari kebenaran.
Semoga Bermanfaat :)
***SUMBER***
(http://www.artikelislami.com/2012/04/adab-dalam-berbeda-pendapat.html)

Selasa, 24 April 2012

Tebarlah Kebaikan, Perangi Kebatilan!



RASULULLAH Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) pernah mengingatkan kita, "Kamu kini jelas atas petunjuk dari Rabbmu, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar dan berjihad di jalan Allah." Kemudian Rasulullah melanjutkan, "Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih ke situ dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf nahi munkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan al-Qur'an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam." (HR. Al-Hakim dan At-Tirmidzi).

Dalam sejarahnya, para dai dan muballigh sejati adalah mereka yang kehidupannya sangat sederhana. Identitas utamanya, jauh dari kemewahan dan gemerlapnya hidup.

Amar ma’ruf nahi munkar dan berjihad di jalan Allah merupakan tugas keummatan yang sangat mulia. Al-Quran mengatakan;

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maUruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali-Imran: 104)

Menegakkan kebenaran dalam konteks ini berarti harus disertai dengan mencegah tindakan munkar. Demikian sebaliknya, bila kebenaran telah tegak maka kita dituntut memberantas kemungkaran. Sekecil apapun kebenaran yang sudah mulai berkecambah dalam jiwa, maka segeralah diekspor ke alam sekelilingnya. Agar dia tumbuh lebih besar, berkecambah dan menjadi semarak. Pada proses itu berarti ada terdapat pertarungan antara dua kutub kejahatan dengan kebaikan, al-Haq dan al-Batil, hukum Tuhan versus hukum syetan.

Pada kenyataannya tugas ini amat sangat luar biasa berat. Seiring dengan arus materialisme yang kian merajalela, jumlah orang-orang yang memiliki rasa tanggung jawab turut menegakkan dakwah Islam semakin menyusut. Tugas dakwah menjadi pilihan nomor sekian.

Tugas misi ini memang menuntut banyak pengorbanan, perjuangan yang tak kenal lelah, mental yang kuat, jiwa yang kokoh, kesabaran yang ekstra, tahan terhadap gunjingan, siksaan, cemoohan dan berbagai ujian penderitaan lahir-bathin yang lain.

Dalam catatan sejarahnya, para dai dan muballigh sejati adalah mereka yang kehidupannya sangat sederhana. Identitas utamanya, jauh dari kemewahan dan gemerlapnya hidup. Mereka memilih demikian bukan karena tidak menyukainya, akan tetapi untuk selalu menjaga kebersihan dirinya dan cita-citanya. Agar selalu murni dan tidak tergelincir oleh bujuk rayu syetan yang sangat halus dan setia mengintainya setiap waktu.

Kalaupun ada peluang untuk menjadi kaya, mereka tidak secara rakus memanfaatkannya. Bahkan Imam Malik rela dipenjara dan disiksa oleh Penguasa karena penolakannya ditunjuk menjadi hakim. Padahal tugas sebagai hakim tidak sedikit menjanjikan uang dan harta benda. Posisi pada jabatan ini memungkinkan orang bisa dengan mudah meraup kekayaan.

Sebaliknya, dari jaman ke jaman kecintaan kepada harta benda semakin merajalela. Misalnya, pada pilihan pendidikan. Berapa banyak dari remaja kita yang berjuta-juta itu memilih spesialisasi sekolahnya disertai niatan menegakkan agama Allah di masyarakatnya? Berapa banyak dari remaja kita yang dari waktu ke waktu dalam jam belajarnya menetapkan keprihatinan hatinya? Media massa kita juga rupanya ikut membangun masyarakat materialistik dengan muatan-muatannya yang lebih banyak menumpulkan hati nurani manusia. Banyak media bukan menjadikan masyarakat lebih beriman, bahkan semakin jauh dari agama dan keyakinannya.

Seiring dengan itu generasi kita terus dibujuk dan dirayu untuk masuk ke dalam kehidupan hedonis. Kehidupan yang sebenarnya membuat renggang hubungan kekerabatan, silaturrahmi, bersaudaraan, penuh ego dan kehilangan kehalusan-kehalusan jiwa. TV, film dan sinetron kita mengajarkan hura-hura, kebebasan hidup dan dendam.

Pada akhirnya, tatanan baru di era Pasar Bebas ini, akhirnya hanya ingin menciptakan komunitas kehidupan masyarakat yang berkarakter ugal-ugalan. Masyarakat yang diinginkannya adalah masyarakat seperti yang kita saksikan di Barat yang serba bebas, pesat secara lahiriyah tetapi bobrok dan hancur nilai moral-kemanusiaannya.

Masyarakat Indonesia akan digiring ke sana agar kehilangan identitasnya sebagai muslim sejati. Orang lain yang akan mencapkan identitas baru di kening kita. Bukan kita sendiri yang membangun jiwa raga dan akal budi kita.

Semakin banyaknya orang yang mengalami stres, putus asa, lemah harapan, dan bahkan sampai pada maraknya bunuh diri belakangan merupakan dampak dari cara pandang yang salah itu. Ketika dollar dan rupiah sudah diagungkan, harta dan hajatan hidup diutamakan, akan tetapi berbarengan dengan itu semuanya hilang dibalik bumi alias tidak diperoleh, maka yang muncul adalah kekecewaan. Kekecewaan yang berhari-berminggu dan berbulan dan entah sampai kapan akan berakhir ini, akan memunculkan manusia-manusia berputus asa. Sebagaimana janji Allah sendiri.

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS: As Sajdah: 21)

Saham utama yang bisa kita tanamkan, agar segala keadaan ini tidak menggiring terus generasi di bawah kita ke jurang kesalahan, ialah tidak pernah berhenti beramar ma’ruf nahi munkar. Ayo kita mulai, paling tidak dari diri kita, keluarga kita, tetangga, kantor kita dan lingkungan sekitar.
 
Semoga Bermanfaat :)
 
***SUMBER*** 
(http://www.artikelislam.org/2012/04/tebarlah-kebaikan-perangi-kebatilan.html)
||SALAM BLOGGER INDONESIA|| +++>Di sini Tempatnya Belajar & Berbagi ILMU<+++ Buat Sobat-Sobat Blogger semua,Teruslah Berkarya!!! Terima Kasih Buat Sahabat-Sahabat yang telah Mampir DiBlog Nadym::.Dan Jangan Lupa Tinggalkan Kesan & Pesan untuk Membangun Blog iNi.::
 

I-YES INDONESIA

Indonesian Youth Educate And Social

ALMAMATERKU

Universitas Muhammadiyah Riau