Sabtu, 13 April 2013

MEMAHAMI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN ISLAM YANG BERWATAK TAJDID




Persyarikatan Muhammadiyah yang melintasi perjalanan usia satu abad senantiasa bersinggungan dan memiliki kaitan dengan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat manusia saat ini, baik dalam lingkup nasional maupun global, termasuk di dalamnya dinamika kehidupan umat Islam. Posisi Muhammadiyah dalam dinamika dan permasalahan kehidupan nasional, global, dan dunia Islam sebagaimana digambarkan di atas dibingkai dan ditandai dengan lima peran yang secara umum menggambarkan misi Persyarikatan. Kelima peran tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid terus mendorong tumbuhnya gerakan pemurnian ajaran Islam dalam masalah yang baku (al-tsawabit) dan pengembangan pemikiran dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang menitikberatkan aktivitasnya pada dakwah amar makruf nahi munkar. Muhammadiyah bertanggung jawab atas berkembangnya syiar Islam di Indonesia, dalam bentuk: 1) makin dipahami dan diamalkannya ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, 2) kehidupan umat yang makin bermutu, yaitu umat yang cerdas, berakhlak mulia, dan sejahtera.Kedua, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dengan semangat tajdid yang dimilikinya terus mendorong tumbuhnya pemikiran Islam secara sehat dalam berbagai bidang kehidupan. Pengembangan pemikiran Islam yang berwatak tajdid tersebut sebagai realisasi dari ikhtiar mewujudkan risalah Islam sebagai rahmatan lil-alamin yang berguna dan fungsional bagi pemecahan permasalahan umat, bangsa, negara, dan kemanusiaan dalam tataran peradaban global.
Ketiga, sebagai salah satu komponen bangsa, Muhammadiyah bertanggung jawab atas berbagai upaya untuk tercapainya cita-cita bangsa dan Negara Indonesia, sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Konstitusi Negara. Keempat, sebagai warga Dunia Islam, Muhammadiyah bertanggung jawab atas terwujudnya kemajuan umat Islam di segala bidang kehidupan, bebas dari ketertinggalan, keterasingan, dan keteraniayaan dalam percaturan dan peradaban global.
 Dengan peran di dunia Islam yang demikian itu Muhammadiyah berkiprah dalam membangun peradaban dunia Islam yang semakin maju sekaligus dapat mempengaruhi perkembangan dunia yang semakin adil, tercerahkan, dan manusiawi.

Kelima, sebagai warga dunia, Muhammadiyah senantiasa bertanggungjawab atas terciptanya tatanan dunia yang adil, sejahtera, dan berperadaban tinggi sesuai dengan misi membawa pesan Islam sebagai rahmatan lil-alamin. Peran global tersebut merupakan keniscayaan karena di satu pihak Muhammadiyah merupakan bagian dari dunia global, di pihak lain perkembangan dunia di tingkat global tersebut masih ditandai oleh berbagai persoalan dan krisis yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia dan peradabannya karena keserakahan negara-negara maju yang melakukan eksploitasi di banyak aspek kehidupan.
  
Sejarah menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam rentang usia satu abad telah berkhiprah optimal untuk memajukan kehidupan umat Islam dan bangsa Indonesia, yang memberi makna bagi kehidupan umat manusia pada umumnya. Muhammadiyah telah berjuang melalui gerakan dakwah dan tajdid dalam usaha pembinaan kehidupan beragama sejalan dengan Al-Quran dan Sunnah Nabi serta melakukan usaha-usaha pembaruan kemasyarakatan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, peran politik kebangsaan, dan sebagainya, yang merupakan perwujudan untuk membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

***SUMBER ***
http://ariefpurwanata.wordpress.com/2012/10/31/makalah-memahami-muhammadiyah-sebagai-gerakan-islam-yang-berwatak-tajdid/ 




Sabtu, 06 April 2013

Motivasi Islami Bagi Anda yang Ingin Meraih Kesuksesan Hidup

Motivasi Islam merupakan motivasi dorongan yang lahir dari konsep pemahaman Islam yang baik dari diri seseorang. Nilai-nilai dari hukum-hukum Islam yang dipelajari akan mampu memberikan spirit sukses bagi kehidupan seseorang.

Target utama motivasi islami tersebut adalah bagaimana seorang muslim mampu meraih kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Kesuksesan yang ia dapatkan akan membawa keberkahan, tidak hanya untuk dirinya dan keluarganya, namun juga untuk orang-orang di sekitarnya dan seluruh ummat manusia.
Sebab sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya, oleh karena itu target sukses yang pertama adalah bagaimana kesuksesan yang diraih seseorang mampu memberi keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.
Berikut ini beberapa motivasi islami yang bisa Anda lakukan:
  1. Bekerja lah untuk dunia, seolah kita akan hidup untuk selamanya, dan bekerja lah untuk akhirat seolah kita akan mati besok. Ini merupakan ungkapan sebuah hadist Rasulullah yang menganjurkan kepada kita untuk serius dalam menapaki kehidupan di dunia dan tetap mengupayakan kesuksesan hidup di akhirat.
  2. Dunia adalah tempat bercocok tanam, maka buah dari tanaman yang akan kita panen bisa diambil saat hidup kita di akhirat kelak. Ini merupakan motivasi islami yang menganjurkan seseorang agar mengumpulkan persiapan kehidupan akhirat sebanyak-banyaknya agar kelak nantinya kita tidak menyesal. Sebab banyak orang yang mampu sukses mempersiapkan kehidupan dunia, namun mereka lalai dengan kehidupan akhirat yang pasti akan mereka datangi.
  3. Orang yang paling cerdas diantara kamu adalah orang yang senantiasa mengingat kematian. Ini merupakan motivasi islami yang mendorong setiap orang untuk mampu mempersiapkan kehidupan bekal di akhirat yang sudah pasti. Ungkapan tersebut dipetik dari hadist Rasulullah SAW. Kecintaan seseorang terhadap kehidupan dunia telah membuat diri seseorang melupakan kematian, melupakan persiapan hidup di akhirat dan akhirnya takut membincangkan soal kematian. Padahal kematian adalah salah satu bagian dari fase kehidupan manusia yang bakal pasti dijalani.
  4. Akhirat yang sukses bisa diraih bila dunia kita juga sukses. Maksudnya bahwa orang yang memiliki kehidupan dunia yang sukses, memiliki peluang yang cukup besar untuk meraih kesuksesan di akhirat kelak. Misalnya seseorang yang hidup di dunia dengan jumlah harta yang tak terhitung, maka jika dia menafkahkan hartanya ke jalan yang diridhai Allah, rajin bersedekah dan melakukan berbagai ibadah dengan harta bendanya tersebut, maka akhirat akan sangat mudah ia raih. Beramal dengan menggunakan harta sangat mudah, tidak capek, cepat dan mampu melakukan berbagai amal ibadah mahal yang tak bisa dilakukan orang yang tak punya harta.
  5. Kehidupan di dunia adalah senda gurau. Ini merupakan ungkapan hadist Rasulullah SAW yang juga memberikan peringatan kepada manusia agar tidak lalai dengan kehidupan dunia yang sifatnya fatamorgana. Banyak orang melupakan akhirat hanya karena jebakan kehidupan dunia yang sangat memukau.


Ada banyak motivasi islami yang akan membuat kehidupan seseorang bisa meraih kesuksesan, bukan hanya hidup di dunia namun juga kehidupan di akhirat kelak. Karena kesuksesan yang hakiki adalah kesuksesan pada kehidupan yang kekal nantinya, yakni akhirat.

Setiap muslim hendaknya memandang kehidupan dunia hanyalah kehidupan sementara yang menjadi penyebrangan sebelum seseorang sampai pada kehidupan akhirat. Sehingga tidak terlena dengan godaan-godaan yang akan ditemukan saat melewati suatu penyebranganga. Hidup di dunia sukses dan akhirat pun sukses.

Inilah Harapan Setiap Muslim.

Semoga Bermanfaat :)



Jumat, 01 Februari 2013

5 Pilar Syukur


Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah syukur adalah terlihatnya tanda-tanda nikmat Allah pada lidah hamba-Nya dalam bentuk pujian, dalam hatinya dalam bentuk cinta kepada-Nya, dan pada organ tubuh dalam bentuk taat dan tunduk kepada-Nya. Dalam definisi syukur ini terkandung tiga unsur, yaitu: pujian lisan, cinta dalam hati dan ketaatan dalam perbuatan.

Syukur sejatinya tidak menambah apapun kepada pelakunya melainkan kenikmatan dan kebahagiaan. Dengan bersyukur, manusia menjadi lebih berbahagia dan menjadi lebih bertambah nikmatnya. Syukur dengan demikian, memiliki korelasi positif dengan kesuksesan.

Pada tahun 1998, Profesor Emmons mulai mengkaji tentang syukur. Profesor Emmons melibatkan para mahasiswanya dalam penelitiannya tentang syukur. Saat itu, sang profesor menyuruh sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah (galau).

Apa yang terjadi? Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.

Itulah fakta ilmiah yang mengungkap rahasia bersyukur. Bahwa diantara dampak bersyukur adalah meningkatnya kesehatan jiwa-raga dan membaiknya hubungan kemasyarakatan. Artinya, dengan bersyukur, bertambahlah nikmat. Dengan bersyukur, semakin dekatlah seseorang dengan kesuksesan. Penelitian ini sangat sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7).

Bagaimana memperkuat rasa syukur kepada Allah? Ada 5 pilar untuk memperkuat rasa syukur:

1. Sadar, Syukur, Cinta, Tunduk Sujud
Inspirasi: Wahyu pertama Al Qur’an : ..Bacalah..

Wahyu pertama Al Qur’an : "Iqra'" bacalah, menjadi inspirasi pilar pertama ini. Tidak ada agama lain yang wahyu pertamanya adalah Iqra' – bacalah. Wahyu ini memberikan inspirasi kepada kita bahwa "Iqra" harus menjadi kerangka awal dalam kehidupan kita. Demikian pula, syukur itu dimulai dari membaca. Membaca, menyadari nikmat-nikmat Allah.

Model 5 Pilar Syukur
Dan lihatlah, surat Al-Alaq itu diakhiri dengan ayat "wasjud waqtarib." Bahwa proses membaca, kesadaran, itu akan berujung kepada tunduk sujud dan semakin dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

2. Komitmen , membumikan dan membuka syukur
Inspirasi : Surat Pertama Al Qur’an : Al Fatihah ..Pembuka sukses

Jika orangtua ingin menekankan sesuatu pada anaknya dan supaya anaknya melakukan sesuatu itu, biasanya ia akan mengulang-ulangnya. "Nak, bergaul yang baik ya dengan teman-teman." Besuknya lagi, sebelum anak berangkat sekolah orangtua juga berpesan: . "Nak, bergaul yang baik ya dengan teman-teman." Itu pesan yang artinya sangat penting agar anak bergaul dengan temannya secara baik.

Surat Al Fatihah disebut sebagai sab'ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) karena ia selalu kita baca dalam shalat, berulang-ulang. Setidaknya, 17 kali kita baca dalam 17 rakaat shalat lima waktu. Artinya apa? Allah berkeinginan kita berkomitmen menjalankan pesan Al Fatihah. Al Fatihah membuka jalan sukses dan Rumus Sukses, menjadi komitmen hidup.

Di dalam surat yang terdiri dari 7 ayat itu ada 7 rumus sukses, yakni visi, potensi, peluang, motivasi, misi, strategi, dan gerak. Insya Allah akan dipaparkan dalam artikel tersendiri.

3. Perilaku Syukur
Inspirasi : urutan 114 Surat Al Quran : Menang dalam perjalanan kehidupan

Urutan surat dalam Al Qur'an itu sungguh ajaib. Dan semestinya, seperti itulah kehidupan kita. Bahwa langkah awal menjalani perilaku hidup (Qur’an) dengan Taqwa, Kemenangan didapat karena pertolongan Allah (An Nasr), dalam keihklasan Surat Al ihklas.

4. Menjaga syukur (agar terus selamat dan sukses)
Inspirasi : Surat terakhir yaitu Al Falaq + An Nas : Penutup, berlindung

Agar syukur tetap dapat dipertahankan dan menjadi nilai hidup kita, dan dengan demikian kita mendapatkan kesuksesan, kita perlu berlindung kepada Allah. Menjaga syukur itu dengan perlindungan total kepada Allah.

Hal yang menarik dari surat Al Falaq dan An Nasa adalah, jika kita menghadapi bahaya/ancaman dari luar seperti kejahatan makhluk dan sihir, cukup digunakan satu ayat "Rabb". Tetapi jika kita berlindung dari syetan, yang merupakan godaan yang mengincar kita kapan saja di mana saja dan tanpa bisa dibentengi, Allah menyebut tiga ayat: Rabb, Malik, dan Ilah dalam tiga ayat pertama berturut-turut.

5. Meningkatkan Syukur, kebaikan yang berkelanjutan
Inspirasi : Wahyu terakhir : Menyempurnakan sukses

Syukur harus tetap dijaga hingga titik akhir. Akhir kehidupan manusia harus ditutup dengan kebaikan. Wahyu mengajarkan, ayat yang terakhir turun adalah surat Al Maidah ayat 5 yang menunjukkan telah sempurnanya Islam. Demikian pula hidup kita, syukur harus dijaga hingga akhir, hidup harus ditutup dengan kesuksesan..
Semoga Bermanfaat :)
SUMBER 






  
||SALAM BLOGGER INDONESIA|| +++>Di sini Tempatnya Belajar & Berbagi ILMU<+++ Buat Sobat-Sobat Blogger semua,Teruslah Berkarya!!! Terima Kasih Buat Sahabat-Sahabat yang telah Mampir DiBlog Nadym::.Dan Jangan Lupa Tinggalkan Kesan & Pesan untuk Membangun Blog iNi.::
 

I-YES INDONESIA

Indonesian Youth Educate And Social

ALMAMATERKU

Universitas Muhammadiyah Riau