Senin, 15 Juli 2013

Insaf Bertaubat



"Tiap anak cucu Adam pernah berbuat dosa, dan sebaik-baik orang berdosa itu, dia bertaubat" ~ HR. Turmudzi.

Al-Insan (manusia) berasal dari kata nis-yan(lupa), dan manusia punya salah satu sifat mudah lupa, sehingga harus diingatkan berulang kali.

Ini terungkap dari kisah Nabi Adam as, setelah terlanjur mendekati pohon khuldi, "Dan sungguh Kami sudah pesankan kepada Adam dahulu". Fanasiy, lalu ia lupa. Nasiy dari kata nis-yan, artinya lupa. QS 20:115.

Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa atau kesalahan, catat: tidak ada manusia yang suci dan sempurna. Dosa ini bisa kepada Allah swt, dosa kepada manusia atau dosa kepada alam, termasuk hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Dosa kepada Allah swt, bisa berupa kelalaian dalam beribadah, bisa dalam bentuk kesombongan, berprasangka buruk, keingkaran seperti berzina, dan yang paling tinggi adalah mempersekutukan-Nya (sirik).

Dosa kepada manusia dapat berupa durhaka kepada orangtua, membunuh orang, menzhalimi orang, berbohong atau menipu, memfitnah, bergunjing, mengumpat dan sebagainya.

Dosa kepadaa alam berupa merusak lingkungan, menebangi pohon sembarangan sehingga mengakibatkan bencana, menyiksa binatang, tidak memberi makan binatang peliharan dan sebagainya.

Akan tetapi yang lebih penting adalah, apakah setelah terlanjur berbuat dosa, kemudian kita insaf lalu bertaubat kepada Allah swt. Atau jika bentuknya dosa kepada manusia, maka tentunya kita harus meminta maaf. Hal ini sikap dasar dan ciri dari orang-orang yang bertaqwa (QS 3:135).

Jadi, memang tidak ada ayat yang mengatakan bahwa manusia itu suci, akan tetapi yang termaktub adalah manusia yang membersihkan dirinya. Allah swt mencintai al-mutathahhiriin, orang yang membersihkan diri. Dan tidak ada ayat yang mengatakan Allah mencintai at-thaahiriin, orang yang bersih. Karena memang tidak ada yang bersih sama sekali.

Taubat maknanya, kembali ke jalan Allah. Jadi ada tiga langkah memperbaiki kesalahan diri, pertama insaf, kedua taubat dan ketiga adalah istighfar. Tentunya setelah itu, jangan mengulangi lagi dosa tersebut.

Selagi kita berada pada bulan Ramadhan, bulan mulia, dimana Allah swt menerima taubat setiap hamba, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya. Perbanyaklah taubat dan istighfar. Karena Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba, sebelum ruhnya sampai di yugharghir, tenggorokan.

Sesungguhnya Allah Mengampuni segala dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Siapa yang suka buah kelapa
Letak di panci dengan manisan
Siapa manusia paling celaka
Tak diampuni di bulan Ramadhan.


Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Minggu, 14 Juli 2013

Iqro: Bacalah Al Qur'an !


"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang kelak di hari kiamat, memberi syafaat (perlindungan) kepada para pemegangnya (pembacanya)" ~ HR. Muslim.

Ramadhan adalah syahrul Qur’an, yaitu bulan diturunkannya Al Qur'an. Sebagai petunjuk hidup, penjelas cara hidup dan pembeda antara yang halal dengan haram. Bahkan bila kita ingat pesan Nabi saw, di saat hajjatul wadaa, yaitu haji perpisahan, beliau mewasiatkan kepada kaum muslimin agar senantiasa berpegang teguh kepada Al Qur'an, agar tak sesat selama-lamanya.

Bagi seorang mu'min, Al Qur'an adalah pedoman hidup, jalan hidup, akhlaq (perilaku) maupun cara hidup.

Aisyah ra. pernah berkata, "Akhlaq Rasulullah saw itu seperti Al Qur'an". Seolah sikap dan perilaku Nabi saw sehari-hari, bagaikan Al Qur'an yang berjalan dalam diri manusia, sehingga beliau saw sangat pantas dijadikan uswatun hasanah, teladan yang baik bagi kita semua.

Tentu, untuk mengamalkan Al Qur'an, tidak cukup hanya dengan membacanya saja. Makna dan konteksnya perlu difahami, agar tidak keliru dalam mempraktekkan ayat-ayat Al Qur'an tersebut. Kalau tidak mengerti, maka bertanyalah kepada ahludz-dzikri, yaitu para ulama. Bahkan sangat dianjurkan untuk menghafal sebagian bahkan seluruh ayat-ayat Al Qur'an tersebut.

Dalam keterangan hadits Nabi saw yang lain, dijelaskan bahwa pahala membaca satu huruf dari Al Qur'an itu akan mendapat 10 kebaikan pahala. "Aku tidak mengatakan Alif-Lam-Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif 1 huruf, Lam 1 huruf dan Mim 1 huruf", urai Nabi saw.

Artinya, bagi seseorang yang membaca Alif-Lam-Mim saja sudah mendapatkan 30 kebaikan pahala di sisi Allah swt. Bagaimana kalau dibaca satu halaman, satu surat, satu juz bahkan menamatkannya di bulan Ramadhan ini.

Dikisahkan, bahwa Imam Syafii, yang mazhabnya paling banyak dipraktekkan di Indonesia, mampu menamatkan Al Qur'an sebanyak 60 kali dalam sebulan Ramadhan. Subhanallah, artinya beliau khatam Al Qur'an 2 kali dalam satu hari satu malam.

Lantas bagaimana dengan kita? Berapa kali kita sanggup untuk menamatkan Al Qur'an selama bulan Ramadhan ini? Fastabiqul khairaat, berlombalah dalam berbuat kebaikan. Semoga bangsa ini dimuliakan dengan Al Qur'an.

Siapa ingin permata berlian
Boleh dipesan di pasar Stabat
Siapa rajin membaca Al Qur'an
Boleh mendapat syafaat akhirat


Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Sabtu, 13 Juli 2013

Pengendalian Diri


"Mereka –orang taqwa itu- mampu menahan emosi dan pemaaf kepada manusia" ~ QS Ali-Imran: 134

Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan sabar itu balasannya: syurga. Jiwa ini dilatih selama sebulan penuh, sehingga diharapkan selanjutnya, kita lebih mampu mengendalikan diri dalam berinteraksi, baik dengan keluarga, masyarakat maupun bernegara.

Seorang beriman dilatih untuk senantiasa bersabar terhadap tiga hal.

Pertama, sabar dalam ketaatan. Tentunya dalam rangka taat kepada Allah swt. Dalam menunaikan shalat, menjalankan puasa, membayarkan zakat, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada orangtua, mencari dan memberi nafkah keluarga, berbuat baik kepada fakir miskin, kepada tetangga dan seterusnya. Ini semua butuh kesabaran, pasti tidak mudah menjalankannya. Hanya karena motivasi iman kepada Allah swt sajalah yang membuat seseorang kuat dan tangguh untuk tetap istiqomah.

Kedua, sabar menghindari maksiat. Di tengah kehidupan modern saat ini, tentu banyak sekali godaan-godaan untuk berbuat maksiat bagi orang-orang yang beriman. Apakah wujudnya harta yang tidak halal, godaan lawan jenis yang cantik atau ganteng, godaan kekuasaan yang kerap membuat seseorang terlena. Andai saja, seseorang tidak memiliki kekuatan kesabaran terhadap rangsangan dan godaan tersebut, maka tentu hidupnya akan mudah terpesongkan dari jalan yang lurus.

Ketiga, sabar ketika mendapat musibah. Perhatikanlah, bagaimana sikap seseorang, ketika tiba-tiba mendapat musibah, bagaimana reaksi mereka. Ketika seseorang yang sangat dicintai, tiba-tiba meninggal dunia. Ketika rumah indah yang dimiliki hangus terbakar, ketika jabatan yang dirintis puluhan tahun, tiba-tiba harus dilepaskan. Berbagai bentuk penyikapan diungkapkan. Ada yang histeris, ada yang sampai gila, bunuh diri dan sebagainya.

Padahal semua ini hanyalah hiasan dunia. Seorang beriman tentu hanya akan berucap: Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sesungguhnya milik Allah swt akan kembali kepada-Nya.

Pada bulan Ramadhan ini kesabaran itu kita asah, sehingga jiwa taqwa, yaitu mampu mengendalikan diri, terwujud dalam diri kita.

Siapa ingin mawar merekah
Petiklah setangkai ditepi rawa
Siapa mampu menahan amarah
Itulah tanda orang bertaqwa

Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Jumat, 12 Juli 2013

Jiwa Pemberi


Siapa yang tidak mengasihi yang di bumi, tidak akan dikasihi oleh Yang Dilangit (Allah swt)" ~ Hadits Nabi saw.

Sikap suka berbagi rezeki dengan orang lain, terutama terhadap fakir miskin merupakan salah satu ciri orang yang taqwa. Tentunya hal ini dilakukan dengan niyat yang ikhlas,nothing to loose (tidak merasa ada yang hilang).

Dikisahkan pada suatu hari, Rasulullah saw. menyembelih seekor domba. Setelah dikuliti dan dipotong-potong, lalu beliau serahkan kepada Aisyah ra. isteri tercinta, untuk dimasak. Sebelum ke luar rumah untuk berdakwah, Rasulullah saw berpesan kepada Aisyah, agar daging domba tersebut juga dibagi-bagikan buat tetangga, fakir miskin dan shahabat yang membutuhkannya.

Sepulang Nabi saw dari berdakwah, perut beliau terasa lapar. Lalu bertanya kepada Aisyah, “Apa yang tersisa dari domba yang kita potong tadi pagi?”.

Dengan tersenyum Aisyah menjawab, “Sudah habis ya Rasulullah (sudah dibagi-bagikan kepada fakir miskin), tapi aku sisakan untukmu, sepotong daging paha depannya”.

Nabi saw tersenyum, “Engkau terbalik duhai isteriku, sesungguhnya yang sepotong paha inilah yang akan habis, sedangkan yang sudah engkau sedekahkan itu, akan kekal disisi Allah swt”.

Dari kisah diatas, dapat dipetik pelajaran, bahwa seseorang akan beroleh balasan pahala shadaqah berlipat ganda dari Allah swt, sesuai dengan apa yang pernah dia infakkan. Tentunya harus berasal dari yang halal.

Jadilah kita manusia yang suka memberi, jiwa orang bertaqwa, Allah swt pun menjamin balasannya."Bukankah balasan bagi suatu kebaikan, adalah suatu kebaikan pula"~ QS Ar-Rahman:60.

Jadi, apabila kita berbuat kebaikan kepada manusia, biasanya manusia akan berbuat baik kepada kita. Jika kita berbuat baik bahkan kepada hewan atau tumbuh-tumbuhan, maka hewan dan tumbuhan itu pasti akan berbuat baik kepada kita.

Andai saja, manusia, hewan dan tumbuhan tersebut, tidak membalas kebaikan yang kita lakukan pada mereka, maka Allah swt. pasti akan membalasnya. Jadi sekali lagi, tidak aka ada yang hilang dari kebaikan-kebaikan yang kita perbuat. Semua pasti tercatat disisi Allah swt.

Kalau malas membajak sawah
Tentu hasilnya tak akan ada
Kalau ikhlas memberi sedekah
Tentu balasan berlipat ganda


Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Kamis, 11 Juli 2013

4 Langkah Meraih Taqwa


"Dan bersegeralah kalian menuju ampunan dan syurga Allah, yang luasnya seluas langit dan bumi, yang hanya disediakan bagi orang-orang bertaqwa” ~ QS Ali-Imran : 133.

Makna shaum (puasa) sebenarnya adalah al-Imsak(menahan), yaitu menahan diri dari sesuatu yang halal, apalagi yang diharamkan oleh Allah swt. Intinya dari puasa itu sebenarnya adalah pengendalian diri.

Lantas apa pentingnya untuk meraih taqwa, karena dengan mencapai derajat taqwa, maka seseorang akan memperoleh ad-dun-ya hasanah (kebaikan dunia) dan al-akhirati hasanah (kebaikan akhirat) yaitu syurga Allah swt.

Jadi taqwa adalah semacam tiket - syarat masuk syurga. Sehingga orang-orang yang di akhir hidupnya tidak berhasil meraih derajat muttaqin, yaitu orang bertaqwa, maka mustahil baginya menapakkan kaki di dalam syurga. Inilah target akhir ibadah Ramadhan adalah, mudah-mudahan kita termasuk menjadi golongan orang-orang taqwa.

Ada empat langkah untuk meraih taqwa: Pertama adalah meningkatkan jiwa al-kariem (dermawan). Hendaknya kita ringan tangan untuk membantu dan peduli sesama, sangat dianjurkan bagi orang beriman untuk memperbanyak infaq, shadaqah bahkan membayarkan zakat di bulan Ramadhan ini. Apakah dalam bentuk memberikan makanan berbuka puasa kepada tetangga dan fakir miskin, memberikan pakaian baru bagi mereka yang kekurangan, membayarkan zakat maal, zakat fithrah, bayar fidyah dll.

Kedua, Pengendalian keinginan. Tidak semua keinginan harus diwujudkan saat itu juga, meskipun perbuatan itu halal. Seperti makan dan minum, materinya halal, perolehannya halal, namun kata Allah swt, jangan dimakan atau diminum sebelum maghrib tiba. Sebagai orang beriman tentu hal ini wajib kita patuhi. Jika dari sesuatu yang halal saja, kita telah mampu mengendalikan diri, apalagi terhadap hal-hal yang diharamkan Allah swt.

Ketiga, Perbanyak taubat. Tidak ada manusia yang luput dari dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa, mereka segera bertaubat dan tidak mengulangi lagi. Istighfar dan taubat kepada Allah swt, akan menciptakan jiwa inshaf, sadar bahwa kita makhluk yang lemah dan tidak bersih dari kesalahan. Jika berdosa kepada Allah, maka kita harus bertaubat. Namun jika kita bersalah kepada manusia, kita harus meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Keempat, Menghidupkan hati. Memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qurán dan memahami maknanya, bermunajat di malam hari kepada Allah, menyampaikan permohonan tentang keinginan-keinginan kita.


Siapa ingin si mawar merah

Tentu ada di dalam taman
Siapa bertaubat kepada Allah
Tentu akan diberi ampunan


Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

Rabu, 10 Juli 2013

Telah Datang Bulan yang Agung



"Penghulu dari semua bulan adalah bulan Ramadhan dan Penghulu dari semua hari adalah hari Jumat" Hadits Nabi SAW

Telah datang kepada kita bulan yang agung, bulan yang penuh berkah yaitu bulan Ramadhan. Pada bulan ini kaum muslimin diwajibkan melaksakan ibadah puasa. Yaitu menahan lapar dan dahaga serta tidak berhubungan seksual dengan isteri, dimulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Tentunya penting menjauhi hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah puasa, seperti marah-marah, memaki, bergunjing, berdusta dan lainnya.

Pada bulan Ramadhan ini pula, Allah SWT telah menurunkan kitab suci Al-Quran, yang menjadi pedoman dan panduan hidup bagi setiap orang yang mengaku beriman. Bulan ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bulan-bulan lain, sampai disebut Nabi saw sebagai sayyidus syuhuur, penghulu dari segala bulan.

Dimana pada hari-harinya disunnahkan agar lebih banyak melakukan ibadah-ibadah sunnat, disamping tentunya melaksanakan ibadah wajib tepat waktu.

Seperti shalat tarawih, membaca Al-Qurán bahkan upayakan agar menamatkannya pada bulan ini.

Semua amalan sunnat akan dibalas dengan pahala wajib, dan semua amalan wajib akan dibalas 70 kali lipat.

Bahkan pada 10 malam terakhir, asyrul awaakhir terdapat satu malam yang nilainya melebihi 1.000 bulan, yang dikenal sebagai lailatul qadr (malam mulia). Bagi yang beribadah pada malam itu, maka usia ibadahnya akan ditambah disisi Allah swt seribu bulan atau lebih kurang 83 tahun.

Sebagai seorang mu’min, tentu akan bergembira menyambut Ramadhan dengan banyaknya nilai-nilai kebaikan yang terkandung didalamnya. Allah SWT juga menjanjikan, bagi yang beribadah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mencari ridho-Nya, maka akan diampuni segala dosanya. Semoga saja Ramadhan ini dapat mengantarkan kita menjadi insan-insan yang bertaqwa.

Siapa ikhlas berpuasa, Akan menjadi insan bertaqwa
Siapa malas beribadat, akan menyesal di akhirat

Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara
||SALAM BLOGGER INDONESIA|| +++>Di sini Tempatnya Belajar & Berbagi ILMU<+++ Buat Sobat-Sobat Blogger semua,Teruslah Berkarya!!! Terima Kasih Buat Sahabat-Sahabat yang telah Mampir DiBlog Nadym::.Dan Jangan Lupa Tinggalkan Kesan & Pesan untuk Membangun Blog iNi.::
 

I-YES INDONESIA

Indonesian Youth Educate And Social

ALMAMATERKU

Universitas Muhammadiyah Riau