Jumat, 05 Juli 2013

Tips Menyambut Ramadhan Penuh Berkah


Bismillahirrahmanirrahiim...
Tidak Terasa bahwa Bulan Ramadhan Telah Didepan Mata, untuk itu kali ini saya akan berbagi Tips Bagaimana Menyambut Bulan yang penuh Berkah tersebut. Ada banyak hal yang harus diperhatikan & kita persiapkan dalam penyambutan Ramadhan, diantaranya:



Niat yang baik 
Agar dalam beribadah Ramadhan menjadi indah hendaknya semua kita menanamkan niat yang baik dan tekad yang kuat untuk menjadikan hari-hari  dan malam-malam Ramadhan nanti sebagai ajang untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah ta'ala dan menjadikannya sebagai momentum termahal untuk menambahkan segala amal baik dan ketaatan serta menjauhi segala keburukan yang selama ini sangat akrab bahkan melekat dengan diri kita.

Melakukan Taubat


Kenapa kita harus melakukan taubat? Bukankah taubat itu harus dilakukan setiap saat? Benar, kita harus salalu bertaubat kepada Allah karena kita tidak pernah lepas dari perbuatan dosa. Namun saat kita akan bertemu Ramadhan sebagai bulan di dalamnya penuh rahmat dan peluang amal shalih terbentang luas, sehinggga bagi orang yang selama ini gemar maksiat bagaimana dia bisa memanfaatkannya secara optimal bila belum mulai bertaubat? Karena segeralah bertaubat sebelum ajal yang tidak seorang pun tau kapan akan menjemputnya. Taubat harus dilakukan dengan tulus, benar dengan diiringi amal shalih dan bertekad kuat untuk tidak kembali melakukannya lagi.

Melatih Diri
Melatih dan membiasakan diri kita untuk melakukan perbuatan baik sebelum datangnya bulan Ramadhan, khususnya berpuasa, bersedekah, tilawah Al-Quran dan qiyamullail. akan terasa mudah dan ringan dalam melaksanakan segala amalan di bulan Ramadhan bila kita melatih dan membiasakan diri kita untuk melakukan amalan terutama yang bersinggungan langsung dengan ibadah di bulan Ramadhan nanti. karena Rasulullahshalallahu 'alaihi wasallama dan juga para shabatanya senantiasa mempersiapkan diri dan membiasakan amalan tersebut sebelum bertemu langsung bulan yang selalu dirindukan ini. 

Memahami Mulianya Waktu
Dalam Islam dikenal dengan mulainya waktu dan mulainya tempat saat seseorang Muslim melakukan ibadah. Dan diantara Kemuliaan waktu yang sebentar lagi akan menyapa kita adalah bulan suci Ramadhan. Di bulan ini ganjaran dan pahala akan dilipatgandakan. Hari-hari Ramadhan semuanya mulia, terutama saat dalam keadaan berpuasa dan menjelang berbuka, permohonan akan didengar dan doa kita akan diijabah. Karenanya jangan sampai Ramadhan yang menghampiri kita hanya setahun sekali akan berlalu tanpa ada peningkatan pada diri kita dalam beribadah kapada Allah.

Memahami Fiqh Shiyam


Agar semua jenis ibadah di bulan Ramadhan menjadi optimal, hendaknya kita menyiapkan diri dengan bekal pengetahuan tentang fiqh Shiyam, sehingga semua ritual ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wasallama dan tidak ada sedikit pun yang menyimpang. Bila dilakukan sesuai dengan baik dan benar maka kita akan mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala serta buah dari tujuan melaksanakan puasa yaitu menggapai predikat taqwa yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala saja dapat kita peroleh.

Betapa banyak orang yang berpuasa namun sebenarnya dia tidak berpuasa karena banyak prilaku yang dapat menghilangkan pahala puasa bahkan membatalkan puasa itu sendiri. Di sisi lain tidak sedikit orang yang tidak boleh berpuasa karena ada udzur/halangan yang dibenarkan syariah namun dia melaksanakannya juga, bukan saja saja puasanya tidak diterima bahkan dia berdosa karena masih tetap berpuasa. Karenanya mari bekali diri kita masing-masing dengan pemahaman dan ilmu pengetahuan tentang fiqh shiyam atau fiqh Ramadhan secara umum sehingga Ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bernilai dibanding dengan Ramadhan tahun-tahun lalu.

Lembaran Putih 
Saat memasuki Ramadhan nanti akan terasa indah bila kita siapkan ‘lembaran’ putih lalu kita lekatkan pada diri kita saat bertemu tamu mulia yang hanya dijumpai 1 tahun sekali. Lembaran putih itu kita tujukan untuk:
•    Allah ta’ala, yaitu dengan cara bertaubat taubatan nasuha, taubat yang benar bukan taubat palsu, taubat yang menjadikan kita kecanduan dengan kebaikan dan ketaatan.
•    Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallama dengan cara mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya, melestarikan sunnahnya melalui praktik para shahabatnya yang mereka faham betul dengan sunnah Rasul muli, karena mereka hidup bersama Rasul akhir zaman ini Muhammad shallahu ‘alaihi wasallama 
•    Kedua orang tua, kerabat, isteri, suami dan anak-anak untuk selalu meningkatkan perbuatan baik kepada mereka dan pererat silaturrahim.
•    Kepada masyarakat di sekitar kita untuk senantiasa menjadi teladan dan pribadi yang baik, shalih dan bermanfaat bagi mereka.


Semoga Ramadhan nanti benar-benar berbeda dari tahun-tahun lalu, semoga. Allahu a’lam

Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupakan. Ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari – hari itu. Agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan. Mari kita sama-sama sucikan hati, diri, dan jiwa kita. Marhaban Yaa Ramadhan. Mohon Ma'af Lahir dan Bathin (Kartika Nadim Fatwa

Bila menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan dishare agar orang lain juga mengambil manfaat dan pelajaran, menunjukkan kebaikan kepada orang lain insya Allah pahala kita terus mengalir, Aamiin.






Kamis, 04 Juli 2013

PENGHALANG MASUK SURGA




Setiap muslim pasti ingin memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, kebahagiaan di akhirat berarti seseorang dimasukkan ke dalam surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. namun, keinginan untuk masuk surga bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. selain harus memenuhi persyaratan, juga harus mampu menghindari berbagai penghalang. berikut ini berbagai penghalang masuk surga yang harus disingkirkan, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

[1]. Musyrik kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
musyrik kepada Allah adalah menganggap atau menjadikan selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Tuhan. ini merupakan dosa besar sehingga pelakunya bisa dinyatakan kafir, keluar dari Islam [murtad] dan seandainya sebelum itu melakukan amal yang shaleh, maka terhapuslah nilai amalan itu. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman "sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : sesungguhnya Allah adalah Al Masih Putera Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata : hai Bani Israel sembah lah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan [sesuatu dengan] Allah, maka Allah mengharamkan surga kepadanya, dan tempatnya adalah neraka tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun" (Qur'an Surah ke 5:72)

[2]. Sombong
kesombongan merupakan sifat yang sangat buruk. hal ini karena manusia dengan segala kelemahan dan kekurangannya tidak pantas berlaku sombong. hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang maha segala-galanya pantas untuk bersombong, meskipun Dia tidak menyombongkan diri di depan semua ciptaannya secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. karena itu, Allah menutup pintu surga bagi orang-orang yang sombong. Allah berfirman "sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri kepadanya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak [pula] mereka masuk ke dalam surga hingga unta masuk ke lubang jarum. demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan" (Qur'an Surah ke 7:40)
Rasulullah bersabda "tidak masuk surga orang yang didalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya sebiji sawi" (Riwayat Muslim).

[3]. Memutuskan Tali Persaudaraan
Allah melaknat mereka yang memutuskan tali persaudaraan, terutama dengan seorang muslim atau muslimah. pintu surga tertutup bagi mereka. Allah berfirman "orang-orang yang merusak janji Allah setelah di ikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan [silahturahim] dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itu mendapatkan kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk [neraka]" (Qur'an Surah ke 13:25)
Rasulullah bersabda "tidak masuk surga orang yang memutuskan tali silahturahim" (Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

[4]. Pemberi Riba, Pemakan Riba, Pembayar Riba, Saksi, dan Penulisnya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Qur'an Surah Al Baqarah:275-276, "orang-orang yang makan [mengambil] riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran [tekanan] penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata [berpendapat] sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. padahal Allah telah meng halalkan jual beli dan meng haramkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya lalu terus berhenti [dari mengambil riba] maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu [sebelum datang larangan] dan urusannya [terserah] kepada Allah. orang yang kembali [mengambil riba], maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. mereka kekal didalamnya. Allah memusnakan riba dan menyuburkan orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa." (Qur'an Surah Al Baqarah:275-276)
dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda "jauhilah tujuh perkara mubiqat [yang mendatangkan kebinasaan]. para sahabat lalu bertanya apakah tujuh perkara itu, wahai Rasulullah ? Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu menjawab menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan dibenarkan syariat, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan petempuran, melontarkan tuduhan zina terhadap wanita baik-baik yang lengah lagi beriman." (Riwayat Bukhari & Muslim)
dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda "pada suatu malam aku melihat 2 orang laki-laki membawaku keluar sampai ke tanah suci. kami berjalan bersama hingga kami sampai di sebuah sungai darah. di sungai itu berdiri seorang laki-laki dan di tengah sungai ada seorang laki-laki. di depannya terdapat batu-batu. lalu laki-laki yang berada di sungai tadi berusaha keluar. setiap kali ia hendak keluar dari sungai, maka laki-laki itu melemparkan baut ke dalam mulutnya sehingga ia kembali ke tempatnya semula. setiap kali ia hendak keluar, laki-laki itu melemparkan batu ke dalam mulutnya sehingga ia kembali ke tempat semula. aku bertanya, apa ini ?. mereka berkata, laki-laki yang engkau lihat di sungai tadi wahai Rasulullah adalah pemakan riba." (Riwayat Bukhari)
dari Jabir bin Abdilla Radhiyallahu Anhu berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya, dan dua saksinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu berkata mereka seluruhnya sama." (Riwayat Muslim nomer 1598).

Semoga Bermanfaat :)

Membaca Kekuasaan Allah SWT



dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian pada ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaanNya. sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti kekuasaan Allah. ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun.
pemahaman ini pada akhirnya menghantarkan pada penyerahan diri, ketundukkan dan rasa takut kepada Allah. ia termasuk orang yang berakal yaitu "…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka'." (Qur'an Surah Al Imran:190-191)
di banyak ayat dalam Al Qur'an seperti, "dia menumbuhkan bagimu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, anggur, dan segala macam buah-buahan. sesungguhnya yang demikian itu benar-benar ada tanda [kekuasaan Allah] bagi kaum yang memikirkan" (Qur'an Surah An Nahl:11)
marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat diatas yakni kurma. sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.
bagaimana sebutir biji mengetahui cara membentuk sebuah pohon ? bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu ? bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon ? pertanyaan terakhir ini sangat penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekadar kayu gelondongan. ia adalah makhluk hidup yang komplek yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dalam tanah. akar memiliki pembulu yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang tersusun rapi semua. seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. sebaliknya, sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang terdapat di dalam tanah.

fenomena ini menunjukkan bahwa sebutir biji ternyata sangat cerdas. apakah sumber kecerdasan itu ? mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa ?. Allah telah berfirman "sesungguhnya Aku menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Aku mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. [yang memiliki sifat-sifat] demikian adalah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling ? (Qur'an Surah Al An'aam:95).

Semoga Bermanfaat :)


Petunjuk Islam tentang Makanan Halal dan Sehat



Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, untuk mengatur kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman. inilah beberapa petunjuk dari Islam yang berhubungan dengan kesehatan :

[1]. Makan Jangan Berlebihan
Allah berfirman "makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan" (Qur'an Surah Al A'raf:31)
Allah juga berfirman "makanlah diantara rizki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas padaNya yang menyebabkan kemurkaanKu, maka sesungguhnya binasalah ia" (Qur'an Surah Taha:81)
dalam ilmu kesehatan, makan dan minuman merupakan kebutuhan dalam pemenuhan nutrisi sebagai penunjang hidup, yang jumlah dan macamnya harus sesuai dengan keperluan tubuh, tidak boleh kurang tetapi juga tidak boleh lebih. sehubungan dengan ini, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda "tidaklah seseorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. cukuplah bagi anak manusia beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, jika memang harus makan banyak maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya" (Riwayat Tirmidzi, Nasai dari Ibnu Majah)

[2]. Makan Makanan yang Sehat
Allah berfirman "dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya" (Qur'an Surah Al Maidah:88). dengan memenuhi makanan yang memenuhi unsur gizi yang baik diharapkan tubuh berada dalam keadaan yang optimal sehingga daya tahan tubuh akan bekerja secara maksimal dalam menolak segala macam penyakit.

[3]. Dinginkan Makanan atau Minuman Terlebih Dahulu Sebelum Dimakan atau Diminum Tanpa Ditiup dengan Nafas
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda "dinginkan makanan dan minuman kamu sesungguhnya tidak ada kebaikan pada makanan atau minuman yang panas" (Riwayat Al-Hakim dan Ad Dailami). namun mendinginkannya tidak dengan ditiup dengan nafas karena dilarang oleh Rasulullah,  (Riwayat Ibnu Majah). dalam bidang gastroenterologi diketahui bahwa makanan yang panas dapat menyebabkan perlukaan pada selaput lendir saluran pencernaan yang menyebabkan rasa sakit, perih, panas, kembung, rasa penuh, mual, rasa seperti diiris, dan lain-lain. makanan yang kita konsumsi tentunya akan menjadi asupan gizi yang akan masuk dalam tubuh kita dan diserap oleh sel-sel yang akhirnya akan berpengaruh terhadap aktivitas tubuh. asupan gizi yang tidak baik akan sangat membahayakan. sebaliknya, makanan yang halal lalu baik dan sehat akan menjadi sumber aktivitas kehidupan yang penuh barokah.

[4]. Tidak Minum Alkohol, Merokok dan Apa Saja yang Merusak Tubuh
Allah berfirman, “Mereka bertanya tentang “khamar’ dan judi, katakanlah, pada keduanya ada bahaya yang besar dan pula manfaat pada manusia, dan bahayanya lebih besar dari manfaatnya.”  (Qur'an Surah Al-Baqarah: 219).
Pada ayat lain dikatakan oleh Allah, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (Qur'an Surah ke  5: 90). Khamar adalah segala sesuatu yang memabukkan, misalnya alkohol. Oleh para ahli, alkohol diketahui dapat menimbulkan kerusakan pada seluruh bagian tubuh manusia, seperti sistem syaraf, pembuluh darah, jantung, hati, saluran cerna dll. Demikian pula bahan-bahan lain yang dapat merusak sel-sel tubuh sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsi alat tubuh dan penyakit. Karena itu, maka segala penyebab kebinasaan yang merusak itu wajib dijauhi, sebagaimana larangan Allah, “Jangan campakkan dirimu ke dalam kebinasaan.‘ (Qur'an Surah Al-Baqarah: 195)

Termasuk disini adalah rokok yang sudah nyata menimbulkan kerusakan jantung, pembuluh darah, cerna, gigi, paru-paru, nafas, kulit dan lain-lain....

Semoga Bermanfaat :)

Selasa, 02 Juli 2013

MANAJEMEN ISLAMI




Meski semua ekonom mengenal Adam Smith dam buku Wealth of Nations, namun hanya sebagian kecil diantara mereka yang membacanya dengan teliti. dalam buku itu, Adam Smith mengutip laporan perjalanan Doctor Pocock yang menjelaskan rahasia kesuksesan para pedagang Arab. keberhasilan mereka, menurut Adam Smith, terletak pada keramahan dan kemurahannya. dia menulis "ketika mereka memasuki sebuah kota, mereka mengundang orang-orang di jalan, baik kaya maupun miskin, untuk makan bersama dengan duduk bersila. mereka memulai makan dengan mengucapkan bismillah dan mengakhirinya dengan ucapan hamdalah" (Adam Smith, Wealth of Nations).

Ratusan tahun kemudian, umat Islam seakan meninggalkan konsep manajemen yang telah membuat dunia terkesima. syukurlah, belakangan ini sejumlah para pelaku ekonomi menggali kembali khazanah keilmuan ini. salah satunya adalah Abu Sin dalam bukunya Al-Idarah fi al Islam. Abu Sin mengkritik aliran-aliran manajemen konvensional mulai dari aliran scientific manajemen, aliran bureaucratic, aliran human relations, aliran behavioral, dan aliran pendekatan sistem.

Menurut Abu Sin, scientific manajement hanya menekankan pada pentingnya efisiensi dan kompensasi ekonomis sebagai insentif utama para pekerja, padahal efisiensi menjadi kontraproduktif bila pekerja diperlakukan seperti robot dan berapapun besarnya kompensansi ekonomis akan terasa kurang bila kebutuhan psikologisnya tidak terpenuhi. bahkan aliran scientific manajement menimbulkan pertentangan yang tidak ada habisnya antara pekerja rendahan dengan manajemen atas. dalam rumusan Abu Sin, ada empat hal yang harus terpenuhi untuk dapat dikategorikan Manajemen Islami :

Pertama, manajemen islami harus didasari nilai-nilai dan akhlak islami. etika bisnis islami yang ditawarkan adalah Salafy dan Salam berlaku universal tanpa mengenal ras dan agama. boleh saja berbisnis dengan label islam dengan segala atributnya. namun bila nilai-nilai dan akhlak berbisnis ditinggalkan, cepat atau lambat bisnisnya akan hancur.

Kedua, kompensasi ekonomi dan penekanan terpenuhinya kebutuhan dasar pekerja. cukuplah menjadi suatu kezaliman bila perusahaan memanipulasi semangat jihad seorang pekerja dengan menahan haknya, kemudian menghiburnya dengan pahala yang besar bahkan kata-kata yang manis tapi menyesatkan. urusan pahala, Allah yang mengatur. urusan kompensasi ekonomis, kewajiban perusahaan harus membayarnya.

Ketiga, faktor kemanusian dan spiritual sama pentingnya dengan kompensansi ekonomis. pekerja diperlakukan lebih terhormat dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. tingkat partisipatif pekerja tergantung pada intelektual dan kematangan psikologisnya. bila hak-hak ekonomisnya tidak ditahan, pekerja dengan semangat jihad akan mau dan mampu melaksanakan tugasnya jauh melebihi kewajibannya.

Keempat, sistem dan struktur organisasi sama pentingnya. kedekatan atasan dan bawahan dalam ukhuwah islamiyah, tidak berarti menghilangkan otoritas formal dan ketaatan pada atasan selama tidak bersangkut dosa.

Semoga Bermanfaat :)










Teladan Dakwah Rasulullah SAW


Jejak sejarah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam menyampaikan dakwahnya menunjukkan beliau tidak hanya bertabligh, mengajar, mendidik dan membimbing. Tetapi juga sebagai uswatun hasanah. Beliau juga memberikan contoh dalam kehidupan, sangat memperhatikan dan memberikan arahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan berbagai aspek kehidupan umat. Beliau adalah teladan ideal praktek dakwah yang mampu membangun peradaban umat, sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur'an,

"sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang - orang yang mengharapkan menemui Allah dan hari akhir dan mengingat Allah sebanyak - banyaknya" (Qur'an Surah Al Ahzab:21).

Dakwah Nabi dalam periode Mekkah misalnya penuh dengan pengorbanan baik raga, harta benda, bahkan jiwanya terancam akibat percorbaan pembunuhan. Yang lebih berat, Rasulullah juga mendapatkan serangan fitnah berupa ejekan, cemooh, cercah, penderitaan karena dikucilkan dan sebagainya. Demikian pula dalam periode Madinah para sahabat dan para pengikut Nabi, harus bekerja keras dalam berbagai sektor kehidupan sosial, ekonomi, dan sebagainya, orang - orang, sementara kaum Anshor sebagian memberikan tanahnya, ternaknya, hartanya kepada orang - orang Muhajirin yang kehabisan bekal.
Keteladanan Rasulullah dalam dakwah bisa dilihat dari kepribadian dan akar sosiologis yang kuat menempa Beliau menjadi seorang pemimpin yang dengan senang hati berpatisipasi dalam melaksanakan segala urusan. Ia benar - benar memimpin bukan hanya memerintah.

Pengalaman telah membuatnya tidak sungkan untuk melakukan apapun yan perlu dilakukan. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah menanggung derita seperti derita yang dialami oleh para pendukungnya dalam menyebarkan agama Islam. Sejarah juga melaporkan bahwa ia bersama - sama dengan pengikutnya turun lansung dalam peperangan, merasakan pahit getir, dan pedihnya terkena tikaman pedang dan tombak musuh. Jelaslah bahwa kalau kita mau bercermin kepada sejarah Nabi. Rasulullah telah memberikan teladan dalam hidup dan melakukan dakwahnya beliau senantiasa menunjukkan satunya kata dengan tindakan. Nabi menunjukkan adanya kesatuan antara ucapan dengan perbuatan. Beliau tidak hanya hidup berdoa dan berkhutbah, tanpa melakukan aksi sosial kemasyarakatan.

Semoga Bermanfaat :)


||SALAM BLOGGER INDONESIA|| +++>Di sini Tempatnya Belajar & Berbagi ILMU<+++ Buat Sobat-Sobat Blogger semua,Teruslah Berkarya!!! Terima Kasih Buat Sahabat-Sahabat yang telah Mampir DiBlog Nadym::.Dan Jangan Lupa Tinggalkan Kesan & Pesan untuk Membangun Blog iNi.::
 

I-YES INDONESIA

Indonesian Youth Educate And Social

ALMAMATERKU

Universitas Muhammadiyah Riau